We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RAICA
  • WpView
    Reads 239
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2026
WpInfo
Fanfic
Romance
Enemies to Lovers
Slow Burn
College and University
Raica tahu diri. Sejak SMA, dia menyimpan rapat perasaannya karena tahu Arsenio hanya menatap Celina, sahabatnya sendiri. Namun, ketika Arsenio tiba-tiba datang mengulurkan status pacaran setelah ditolak mentah-mentah oleh Celina, Raica menerima racun itu dengan senyuman. Dia tahu dia hanya alat balas dendam, tapi bagi si penyabar Raica, sedingin apa pun Arsenio, itu adalah satu-satunya cara agar dia bisa menggenggam tangan yang mustahil dia miliki. [ KEONHO X PHARITA ]
All Rights Reserved
#334
pharita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • Given || Ju Jihoon
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Possessive Male Lead
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Unseen Little Guest [TingMeen]
  • Journey
  • Same, But Not [END]

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines