Sukmo Layon: Ndaru Brojonoto

Sukmo Layon: Ndaru Brojonoto

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 19, 2026
"Tubuhmu itu milikku, Ruellan. Bahkan sebelum kamu terlahir ke dunia." Ruel tidak pernah tahu, puluhan tahun lalu sang Uyut telah menukarkan darah keturunannya dengan kejayaan harta kepada penguasa mistis Desa Sukmo Layon di pedalaman Jawa Timur. Kontrak gaib telah matang. Di generasi keempat, Ruel terlahir membawa "Darah Suci" yang telah diklaim untuk menjadi wadah gaib bagi penerus silsilah Jagaswara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kidung Selatan
  • AMARAYA: Tertanda, Waskara Rahsa.
  • REANDARU
  • A Tale Behind the Mist
  • Yuwana 𝓐yu  ‎(BL LOKAL)
  • Pure Love
  • Barong
  • Bunsu Rusa
  • Tera Anggara
  • [✅ ]GLITCH di STM BHIRAWA

Di desa pesisir Wringin Sari yang menghadap langsung ke samudra tanpa ujung, laut bukan sekadar batas daratan. Ia adalah entitas agung yang selalu mengembalikan sesuatu-atau seseorang-dengan cara yang berbeda. Raka baru tiga hari resmi diterima menjadi pawang muda di Sanggar Tirta Wening ketika rituat sakral Laku Sembah Raga menyeretnya masuk ke dalam pusaran kutukan masa lalu. Di atas lantai pendopo yang dingin, ia dipertemukan dengan Bagas Wiraatmaja, pemuda penari bertubuh tegap yang raganya dijadikan wadah bagi Darma Wisesa-roh penguasa laut selatan yang dingin dan mematikan. Saat ritual dimulai, segalanya berubah pekat. Darma Wisesa yang biasanya tak tersentuh, mendadak mengunci tatapannya hanya pada Raka. Mengenali, mencari, dan mengklaim raga sang pawang muda seolah mereka telah terikat sejak berabad-abad lalu. Di tengah teror kerasukan dan dentum gamelan monoton yang mengikat kesadaran, Raka terjebak dalam situationship yang membingungkan. Yang membuatnya tak bisa berpaling bukan lagi tentang entitas gaib laut selatan, melainkan kelelahan yang teramat manusiawi dan pelukan erat dari manusia bernama Bagas sendiri. Namun, batas raga itu kian mengikis. Dan Bagas telah memberi peringatan posesif: "Jangan pernah sekalipun lo panggil nama manusia gue di depan dia, Raka. Karena kalau lo terpikat sama dia... gue nggak yakin dia bakal mau melepaskan lo lagi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines