Candala (Baris luka yang mengira)

Candala (Baris luka yang mengira)

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published 34 minutes ago
Sejak pertengkaran itu berakhir hingga aku beranjak menjadi remaja, aku tidak pernah tahu keberadaan Ibu ada di mana. Ayah yang seharusnya menjaga dan memberiku kasih sayang justru ikut tenggelam dalam pahit dunianya. Mereka bilang, jika perkenalan cinta gagal diturunkan lewat keluarga, katanya menautkan hati kita pada seseorang merupakan agenda paling sempurna untuk menyembuhkan hati yang terluka. Sungguh memang benar adanya, tetapi mengikat diri bersama ia yang teramat berharga itu tidak pernah sederhana, bukan? Melalui jurnal ini, perlahan aku akan menceritakan semuanya. Tentang bagaimana Tuhan merangkap semua kurang di hidupku menjadi satu untuk mengizinkanku tersenyum melalui kehadirannya. Termasuk, isi kehidupanku yang muram dan segala hal yang sebelumnya tidak kumengerti atas sakit dunianya serta orang-orang yang hadir di antara kami berdua.
All Rights Reserved
#2
duka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • Dunia Elgra [ END ]
  • NITI WADAH: Sang Titisan Barong
  • Navjeevan || Niskala Kiran
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB
  • Bites Of Love [END]
  • DARK FAMILY
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • MY EX-RIVAL

📌 BACA SEASON 1 TERLEBIH DAHULU [NITI WADAH: Sang Titisan Barong] PEPINDHAN: Wadana lan Soca "Satu rupa untuk dilihat, satu mata untuk merasa." [CERITA INI MURNI PEMIKIRAN SENDIRI. KALAU ADA KESAMAAN ALUR, KATA, LATAR, ATAU NAMA TOKO ITU TIDAK DI SENGAJA]

More details
WpActionLinkContent Guidelines