Di kota tua Vaeloria, di mana kabut abu-abu selalu menyelimuti gang-gang sempit, hiduplah seorang gadis bernama Lilith.
Lilith bukanlah penyihir dalam arti sejati, namun dia memiliki "mata" yang berbeda. Sejak kecil, dia bisa melihat apa yang orang lain sebut sebagai Veil (Selubung). Itu adalah lapisan tipis energi gelap yang muncul saat tragedi terjadi. Jika seseorang dibunuh di sebuah ruangan, dinding ruangan itu akan tertutup Veil hitam pekat yang bergetar hebat.
Orang tua Lilith meninggal dalam sebuah kecelakaan kereta saat dia berusia lima tahun. Sejak hari itu, di manapun Lilith pergi, dia selalu membawa sebuah lampu minyak tua. Bukan untuk penerangan, tapi untuk "menenangkan" bayangan yang terlalu bising.
Suatu sore yang kelabu, Lilith sedang duduk di sudut perpustakaan kota yang tua dan berdebu. Dia sedang membersihkan sebuah buku tua tentang sejarah Vaeloria, ketika pandangannya tertuju pada sebuah pintu kayu ek besar di ujung lorong yang tertutup jaring laba-laba.
Dari celah pintu itu, ada sesuatu yang menetes keluar. Bukan air, bukan debu, tapi cairan berwarna hitam pekat yang perlahan merayap di lantai batu.
Veil yang sangat kuat.
Lilith menelan ludah. Hatinya berdebar kencang. Dia tahu, di balik pintu itu, ada rahasia kematian yang belum terpecahkan. Dan malam itu, rahasia itu mulai bocor keluar.
All Rights Reserved