Menunggu Lonceng Berbunyi

Menunggu Lonceng Berbunyi

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2026
WpInfo
Fiction
Culture and Identity
Southeast Asian
Multicultural or Interracial
Social Themes
Lima sarjana muda dari Bandung datang ke Desa Wadas Gempal dengan satu misi: membangun sekolah di atas tanah wakaf yang sengketanya belum selesai, di tengah warga yang lebih butuh beras daripada Paulo Freire. Arya membawa warisan dan idealisme. Laras membawa koper roda yang langsung macet di lumpur. Bimo membawa rokok dan realisme pahit. Tio membawa buku filsafat yang tidak ada yang mau baca. Sari membawa jerigen air dan akal sehat. Yang tidak mereka bawa: persiapan menghadapi kenyataan. Enam bulan mereka berdarah-darah melawan birokrasi, tengkulak tanah, menara BTS kapitalis, dan satu kambing bernama Tag Heuer. Tapi ancaman terbesar justru datang dari dalam - dari cinta yang tidak pernah diucapkan, persahabatan yang hampir retak, dan cermin yang dipaksa desa itu tunjukkan kepada mereka. Menunggu Lonceng Berbunyi adalah satir tentang idealis yang pergi mengubah dunia, lalu pulang dengan sepatu berlumpur dan perspektif yang runtuh - dan entah kenapa, itu justru terasa seperti kemenangan.
All Rights Reserved
#35
ekonomi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • ATMA FATAMORGANA
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Dua Langit Berbeda
  • Unexpectedly Yours
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • MOTHER

Sejak kepergian sang ibu untuk selamanya, seorang gadis remaja berusaha keras menutup rapat pintu hati papanya dari wanita mana pun. Baginya, kenangan tentang ibunya tidak akan pernah bisa tergantikan. ​Namun, pertahanannya runtuh ketika sang papa tiba-tiba mengaku tengah menjalin hubungan dengan seorang wanita-sosok yang usianya hampir sebaya dengan mendiang ibunya. ​Di antara bayang-bayang masa lalu dan kebahagiaan papanya, sang gadis dihadapkan pada dilema besar. Bisakah ia merelakan hatinya untuk menerima kehadiran wanita baru tersebut? Yukss langsung dibaca ajaaa cerita selengkapnya biar ga semakin penasaran... btw wajib di VOTE yaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines