Namanya Alera.
Cewek paling populer di sekolah-cantik, pintar, dan selalu jadi pusat perhatian. Ke mana pun dia lewat, pasti ada yang menyapa atau sekadar menoleh. Alera juga punya geng pertemanan yang terkenal, jadi hampir semua orang segan padanya.
Tapi di balik semua itu, Alera punya satu sifat yang paling menonjol: gengsi tinggi.
Dia selalu menjaga image-nya. Berteman dengan siapa, duduk dengan siapa, bahkan terlihat bicara dengan siapa pun selalu dia pikirkan baik-baik. Karena itu, Alera nggak pernah benar-benar peduli dengan murid yang dianggap "nggak penting" di sekolah.
Sampai akhirnya dia mulai memperhatikan Reno.
Cowok pendiam yang selalu duduk di pojok kelas, berkacamata, dan sering jadi bahan ejekan beberapa murid. Tasnya kadang disembunyikan, bukunya dilempar, bahkan makan siangnya pernah jatuh karena ulah anak-anak yang suka mengganggunya.
Anehnya, Reno nggak pernah marah.
Dia cuma diam... lalu membersihkan semuanya sendiri.
Awalnya Alera menganggap itu biasa.
Lagipula, kenapa dia harus peduli?
Tapi entah sejak kapan, matanya mulai sering mencari Reno di kelas. Dan entah kenapa juga, setiap melihat cowok itu diganggu, ada rasa aneh yang muncul di dadanya.
Perasaan yang seharusnya nggak boleh ada.
Karena buat Alera, menyukai cowok culun yang sering dibully adalah hal paling memalukan yang pernah terjadi dalam hidupnya.
All Rights Reserved