"365 Days With You" [ Flyseals ]

"365 Days With You" [ Flyseals ]

  • WpView
    Reads 595
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Academia
Ancient Civilizations
Dark Fantasy
Bagaimana jika kamu hanya punya waktu 365 hari untuk mencintai seseorang? Handra tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah sejak bertemu ryuna. Hari-hari yang awalnya biasa saja, perlahan menjadi penuh arti. Namun di balik kebahagiaan itu, ada rahasia yang bisa menghancurkan segalanya. Akankah 365 hari itu cukup... atau justru terlalu singkat?
All Rights Reserved
#14
baesure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Distopia in the Moonlight (TAMAT)
  • I Became the Villain's Nursemaid
  • A Family of Villains
  • The Doctor Beyond the Kingdom
  • The Unwritten Lady
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • The Mad Marchioness of Obsidia

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines