Love & Knight

Love & Knight

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2026
[LIGHT NOVEL] DON'T PLAGIAT MY STORY PLEASEE!! Kisah cinta antara 4 sekawan di zaman kekaisaran China kuno. Hua Chensan adalah seorang court lady di kekaisaran Li. Tugasnya adalah membantu pangeran Li Bowang melatih dirinya agar siap menjadi putra mahkota. Hua Chensan harus membantu Li Bowang menyelesaikan masalah, mulai dari percintaan hingga persahabatan. Li Bowang dan Bai Lanfeng adalah sahabat semasa kecil. Begitu tumbuh besar, Bai Lanfeng jatuh cinta pada teman Li Bowang, Zhao Jianfeng. Bagaimana keempatnya menyikapi kisah persahabatan dan percintaan yang rumit ditambah intrik dan drama dalam perebutan kekuasaan. DISCLAIMER! Cerita ini sepenuhnya fiksi! Adapun kejadian pada cerita ini tidak berhubungan dengan dunia nyata! Apabila ada kesamaan latar atau nama hanya kebetulan semata. [WITH ILLUSTRATION]
All Rights Reserved
#725
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines