STUCK ON YOU

STUCK ON YOU

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 2, 2026
Bagi semua orang, Althaf Gavriel Mahendra adalah mahasiswa teknik yang super irit bicara, berwajah sedingin es, dan sulit didekati. Namun, bagi Nazeera Kaira Danendra (Zizi), Althaf hanyalah sahabat dekat sejak SMA yang punya lesung pipi manis. Zizi yang polos, suci, dan selalu ceria sama sekali tidak sadar bahwa setiap tatapan dingin Althaf selalu melunak hanya untuknya. Althaf sudah lama jatuh hati dan hatinya benar-benar terkunci (stuck) pada Zizi, namun Zizi terlalu tidak peka dan selalu berlindung di balik kata "sahabat". Kehidupan semester lima mereka makin ramai dengan kehadiran geng cewek Zizi yang heboh dan "High-Five" (geng cowok Althaf). Hubungan mereka makin penuh warna dengan rivalitas kocak antara kembaran Althaf yang ramah, Athar, dengan adik Zizi yang protektif, Caca-yang hobi beradu mulut tapi diam-diam saling peduli. Di tengah usaha Althaf yang harus ekstra sabar menghadapi ke-tidakpeka-an Zizi, Maura Calista datang dengan obsesi lamanya untuk merebut Althaf dan menyingkirkan Zizi. Akankah Althaf berhasil membuat si kepala batu Zizi sadar akan perasaannya sebelum Maura merusak segalanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • I Won't Be the Tragic Fiancée

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines