In One Bloodline

In One Bloodline

  • WpView
    Dibaca 37
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jun 6, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Slow Burn
Pernikahan dan Perceraian
Sahabat jadi Cinta
Alesha Elvira Wiratmaja tidak pernah bertanya mengapa Alvar selalu ada - di setiap sudut rumah, di setiap keputusan hidupnya, di setiap langkah yang ia pikir ia ambil sendiri. Ia hanya tahu satu hal: kakak sepupunya itu terlalu mengatur, terlalu hadir, dan terlalu sulit untuk diabaikan. Yang tidak ia tahu adalah bahwa namanya sudah tertulis di sebelah nama Alvar jauh sebelum ia lahir. Bahwa keluarga Wiratmaja-Atmaja tidak membangun warisannya dengan cinta - melainkan dengan darah, kehilangan, dan perjanjian yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun. Bahwa penjagaan yang selama ini terasa seperti belenggu, bagi Alvar, adalah satu-satunya cara ia tahu untuk mencintai. Di rumah besar yang penuh adat dan rahasia yang dikubur rapat, Alesha akan belajar bahwa beberapa kebenaran tidak datang untuk membebaskan. Beberapa kebenaran hanya mempererat rantai yang sudah lama melingkar di pergelangan tangannya - dan pria yang menggenggam ujungnya tidak pernah berniat melepaskan. Karena di keluarga ini, darah bukan sekadar ikatan. Darah adalah hukum.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#69
kekuasaan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan