Scenario Planning

Scenario Planning

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 19, 2026
Siapa sih yang gak punya mimpi? Semua orang juga punya, kan? Namun, mimpi itu sering berubah seiring berjalannya waktu. Yang dulunya pas TK pengen jadi guru, eh pas SD pengen jadi dokter. Namun, saat dewasa adakah salah satu mimpi itu yang terwujud? Atau malah keluar jalur? Scenario Planning ini berisi cerpen-cerpen tentang orang-orang yang suka merencanakan masa depannya. Selain itu, dibumbui kisah romansa dan horor. Penasaran? Yuk, dibaca aja!!!
All Rights Reserved
#2
sukses
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELION (bl)
  • desa kawitan [END]
  • ELIAN
  • Secret Relationship
  • The Antagonis Hates Socializing [End]

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines