Garis Waktu yang Mempertemukan Kita (END)
Sembilan tahun lalu, sebuah sore di Taman Sagara menjadi mimpi buruk yang tak kunjung usai bagi Abigail Rachel Laurent (Aralie)
Hanya butuh waktu tiga menit bagi Aralie untuk pergi ke toilet, namun saat ia kembali, bangku taman itu telah kosong. Adik kesayangannya, Nina Tutachia Laurent, hilang tanpa jejak. Sejak saat itu, hidup Aralie yang ceria berubah menjadi bayang-bayang rasa bersalah yang kelam.
Ia menghabiskan sisa masa remajanya dengan terus mencari, meski harapan perlahan memudar seiring berjalannya waktu.
Kini, di usianya yang ke-17, Aralie hanyalah siswi kelas 12 yang berusaha bertahan dari trauma masa lalunya di sekolah yang tenang.
Namun, takdir memiliki rencana lain.
Seorang murid baru jenius kelas 1 SMP bernama Nina muncul di kompleks sekolah yang sama melalui jalur akselerasi. Nina adalah gadis cerdas yang merasa ada bagian dari hidupnya yang hilang sebuah memori yang terkunci rapat di balik ingatan masa kecilnya.
Saat garis takdir mempertemukan mereka di koridor sekolah yang sibuk, Aralie merasakan dejavu yang menyesakkan dada. Wajah itu, tatapan mata itu, dan sebuah gantungan kunci kelinci usang yang tergantung di tas Nina semuanya terasa terlalu familiar.
Namun, di dunia yang telah memisahkan mereka selama satu dekade, tidak ada yang tahu siapa diri mereka yang sebenarnya. Aralie tidak percaya keajaiban itu mungkin, dan Nina tidak memiliki ingatan tentang siapa keluarganya. Di tengah kesibukan sekolah, mereka justru saling mencari perlindungan satu sama lain tanpa menyadari bahwa orang yang selama ini mereka cari adalah orang yang berjalan tepat di samping mereka.
Apakah ini adalah cara takdir mengembalikan apa yang hilang, atau justru awal dari kenyataan pahit yang tidak siap mereka terima?