Di usia ketika kebanyakan orang masih sibuk memikirkan tugas sekolah dan hal hal kecil yang sederhana, Nara justru harus berdiri di balik gerobak bakso demi menyambung hidup.
Di usianya yang baru sembilan belas tahun, Nara menjalani hari harinya menjaga kedai kecil peninggalan yang nyaris tak punya apa apa selain gerobak sederhana, beberapa meja, dan tekad untuk tetap bertahan. Bersamanya ada Mada, gadis lima belas tahun yang selalu setia membantu dari pagi sampai malam, menemani Nara menghadapi hari hari yang jauh dari mudah.
Sejak kedua orang tua mereka bercerai dan memilih pergi dengan jalan masing masing, tak ada lagi tempat bergantung selain satu sama lain. Di usia yang seharusnya dipenuhi buku pelajaran, tugas sekolah, dan rencana masa depan, Nara dan Mada justru belajar bertahan dari hitungan uang receh, antrean pelanggan, dan semangkuk bakso yang mereka jual setiap hari.
Dari senja sampai larut malam, kedai kecil itu tetap menyala. Meski pernah sepi, meski pernah hanya didatangi dua atau tiga pelanggan, Nara tak pernah benar benar menyerah. Sedikit demi sedikit, kedai sederhana itu mulai ramai. Orang orang datang, duduk, lalu kembali lagi.
Dan dari tempat kecil bernama Seporsi Bakso Nara, Nara dan Mada belajar bahwa bertahan hidup tak selalu mudah, tapi selalu ada jalan bagi mereka yang tak berhenti berjuang.
📎📜 start: 20 mei 2026
All Rights Reserved