An Ominous Sign

An Ominous Sign

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete about 12 hours ago
•~•~•~•~ Malam itu, jalanan lumpuh total. 8 mobil patroli mengepung sebuah kedai kopi berbentuk box di pinggir jalan, tempat dua maling bersembunyi. Pengendara berhenti, warga berkerumun, semua mata tertuju ke satu titik. "Keluar dan menyerahlah! Kalian sudah terkepung!" Di dalam box yang sempit dan panas, dua pemuda saling tatap. Suara pengeras suara polisi masih menggelegar dari luar. "Gimana sih, katanya aman. Jadi buronan nih kita," bisik yang kurus sambil napasnya nggak beraturan, keringet ngalir di pelipisnya. "Diem dulu bego, gue lagi ngechat orang dalem," jawab yang satunya, jari tangannya gemetar ngetik di layar HP yang retak. Layarnya nggak dia tunjukin. Beberapa detik hening. Cuma ada suara napas berat dan suara orang luar yang makin berisik. "Orang dalem lu nggak bales-bales! Mereka udah mau nendang pintu!" "Sebentar... sebentar lagi. Percaya gue." DUASHH Tendangan keras menghantam dinding aluminium. Box itu bergetar. "A-aduh iya pak bentar, ayo keluar aja takut gue klo tiba-tiba ditembak!" Yang kurus langsung nyerah, tangannya udah naik duluan sebelum pintunya kebuka. Pintu box bergerak pelan. Siluet dua orang muncul, tangan di atas kepala, wajahnya setengah tertutup sorotan senter yang menyilaukan. ----- @byrofiqoh.g
All Rights Reserved
#1
samudra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Help, I'm a Zombie!
  • Sebiru Langit
  • Putri Mafia Yang Diremehkan
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • Force to Marry the Devil
  • Heir Without Blood
  • The Character Who Was Meant to Die
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • S Di Antara Dua N
  • SWITCH

Pearl POV - Menjadi zombi bukan berarti aku kehilangan standar. Makan manusia sembarangan? Ew, jorok banget. Di tengah kiamat ini, aku tetap hidup dengan aturan, gaya, dan asosiasi zombiku sendiri. Hidupku sudah tenang, sampai pria menyebalkan dari militer itu menghalangi jalanku. Bhagna POV -​ Dia mutan anomali. Terlalu sadar dan kelewat terorganisir. Instingku menyuruhku untuk membunuhnya detik itu juga. Tapi senjataku tak pernah menyentuhnya. Dalihku, lebih aman menjaga musuh tetap berada dalam jangkauan. Padahal... mungkin saja aku hanya tidak ingin melepaskannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines