BLACK DANGEROUS || Perthsanta

BLACK DANGEROUS || Perthsanta

  • WpView
    Reads 4,101
  • WpVote
    Votes 359
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
"Aduh! Siapa yang berani-" Perth menoleh dengan urat leher yang siap putus. Di ujung koridor, berdiri seorang cowok manis berkaos putih longgar yang udah coret-coret cat minyak. Kulitnya putih bersih, matanya bulat, tapi tatapannya galak setengah mati. Dia adalah Santa, anak Fakultas Seni yang terkenal cuek, cerewet, dan anti-penindasan. Di sebelahnya ada Phuwin, sahabat karibnya yang gak kalah judes dan lagi megang gulungan kertas gambar raksasa. "Gue! Kenapa? Gak terima?!" semprot Santa sambil jalan mendekat, berkacak pinggang. "Gak malu lu ya? Muka ganteng, motor elite, tapi malak goceng! Miskin lu?!"
All Rights Reserved
#28
santapp
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Runaway - PerthSanta
  • Mr. Ceo Hates This Marriage
  • enigma's absolute decision
  • "TRAPPED IN LOVE" - Perthsanta
  • When the Engineer Met Pink x PerthSanta
  • If You Do (I Will Protect You)
  • Storm
  • Straight to Hell
  • The Sunrise In sukumpantanasan (The End)
  • The Secret He Carries (PerthSanta)

Setiap pagi, setiap malam, Perth masih mengirim pesan. "Sayang, aku baru bangun." "Aku hari ini ke tempat kita dulu, masih sama." "Kamu pasti suka langit hari ini." Pesan-pesan itu dikirim ke nomor yang sama. Nomor yang sudah lama tidak aktif. Nomor yang seharusnya tak lagi dimiliki siapa pun. Hingga suatu hari... pesan itu terkirim. Dan seseorang membacanya. Santa, yang baru saja kembali dari luar negeri, membeli nomor baru tanpa tahu bahwa nomor itu pernah menjadi "rumah" bagi kenangan seseorang. Awalnya ia mengira itu hanya salah kirim. Namun pesan itu terus datang-setiap hari, di waktu yang hampir sama, dengan konsistensi yang terlalu... tulus untuk sekadar kebetulan. Rasa penasaran berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Ketika Perth mulai mengirimkan lokasi-kafe kecil di sudut jalan, taman sepi dengan bangku kayu tua, dan pantai yang menghadap langit senja-Santa tanpa sadar mulai mengikuti jejak itu. Seolah ia sedang berjalan di kehidupan seseorang yang belum pernah ia kenal... namun terasa begitu dekat. Dan pada suatu pagi yang tak direncanakan, dua garis hidup yang tak seharusnya bertemu akhirnya berpotongan. Perth melihatnya lebih dulu. Dan dunia yang telah lama mati... tiba-tiba kembali bernapas. Karena wajah itu, mata itu dan cara ia berdiri di bawah cahaya matahari... semuanya adalah Tata. Atau... setidaknya, seharusnya begitu. Namun kenyataan tidak pernah sesederhana harapan. Di balik kemiripan yang mustahil itu, tersembunyi sebuah rahasia yang telah terkubur sejak lama-tentang dua anak kembar yang dipisahkan, tentang keluarga yang memilih untuk melupakan, dan tentang cinta yang belum selesai... yang kini menemukan jalannya kembali, dalam bentuk yang berbeda. Pertanyaannya bukan lagi tentang siapa Santa sebenarnya. Tapi... apakah Perth mencintai Santa... atau hanya bayangan seseorang yang belum bisa ia lepaskan? Dan jika cinta itu tumbuh dari luka... apakah ia akan menyembuhkan atau justru menghancurkan keduanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines