Sunshine
Keano Lucius Gent terlahir dengan tubuh yang lebih rapuh dibandingkan kembarannya. Ia mudah sakit, mudah lelah, dan-sayangnya-mudah menangis. Manja? Iya. Cengeng? Banget. Tapi bukan berarti ia ingin diperlakukan seperti barang pecah belah.
Memiliki tiga abang yang terlalu posesif membuat hidup Keano terasa seperti berada dalam pengawasan 24 jam. Dilarang ini, tidak boleh itu, bahkan bernapas terlalu jauh pun rasanya harus izin. Semua atas nama cinta. Semua atas nama khawatir.
Padahal, Keano hanya ingin satu hal-dipercaya.
Ia boleh lemah, tapi bukan berarti tak punya keinginan.
Ia boleh manja, tapi bukan berarti tak bisa berdiri sendiri.
Di balik tangis dan keluhannya, Keano menyimpan tekad kecil untuk membuktikan bahwa ia bukan sekadar adik yang harus terus dijaga... melainkan matahari kecil yang ingin bersinar dengan caranya sendiri.