RESIDEN KOK GITU
Sepuluh tahun berlalu sejak era legendaris Trio 214, namun RS Agung Sentosa kini berada di ambang kehancuran.
Skandal kematian ibu dan bayi yang terus meningkat telah mengubah rumah sakit ini menjadi tempat yang mencekam. Di bawah pengawasan ketat dan ancaman audit, para residen Obgyn dipaksa untuk hidup dalam standar "Zero Error". Satu kesalahan kecil, satu detak jantung janin yang terlewat, atau satu dokumen yang salah ketik, bisa menjadi akhir dari karier mereka-atau kambing hitam bagi dokter senior yang haus kuasa.
Bagi lima residen Obgyn ini, menjadi dokter spesialis bukan lagi soal gelar, melainkan tentang menebus dosa rumah sakit yang sudah lama membusuk.
Aslan, sang Chief yang harus memimpin tim di bawah pengawasan ketat, menahan diri untuk tidak meledak saat seniornya melemparkan kesalahan.
Jeffery, yang harus menepis keraguan diri demi meyakinkan keluarga pasien bahwa mereka punya harapan.
Daffa, yang mempertaruhkan kesehatan fisiknya demi kesempurnaan prosedur, karena ia tahu ia tidak boleh sedikit pun meleset.
Zidan, si tengil yang menyembunyikan ketakutan terbesarnya di balik lelucon konyol di lorong bangsal.
Haris, si mulut tajam yang tak henti-hentinya menuntut transparansi medis di tengah lingkungan yang tertutup rapat.
Mereka harus berjuang di dua medan: melawan prosedur medis yang sulit dan melawan sistem senioritas yang korup. Mampukah mereka mengembalikan martabat RS Agung Sentosa tanpa mengorbankan jiwa mereka sendiri?
"Di sini, kami tidak hanya dituntut untuk menyelamatkan nyawa, tapi juga untuk menanggung beban dari setiap kesalahan yang bukan milik kami."