Kal sering mendengar pepatah klasik yang bunyinya seperti ini; tidak ada angin, tidak ada hujan .... Namun, dia tidak pernah menyangka kalau pepatah itu akan singgah ke dalam hidupnya dan membuatnya nyaris patah. Ya, tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba ia divonis mengidap anemia aplastik idiopatik dan hanya punya waktu enam bulan untuk mendapatkan donor sumsum tulang. Sebagai upaya terakhirnya untuk bertahan hidup, Kal memutuskan cuti kuliah tanpa persetujuan orang tua angkatnya dan menggunakan jasa Senjani, founder Ruang Temu, untuk mencari orang tua kandungnya.
More details