Back building of the school | RUPHA

Back building of the school | RUPHA

  • WpView
    Reads 5,855
  • WpVote
    Votes 1,429
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bad Boy
Highschool
Happy Ending
SMA Bintang Persada, seluruh siswa/siswi tahu siapa Ruka. Cowok berandalan dengan motor gede, tatapan dingin, dan reputasi yang bikin guru pun malas ikut campur. Ketua geng paling ditakuti di sekolah itu selalu identik dengan tawuran, luka di wajah, dan masalah yang nggak pernah selesai. Sementara Pharita adalah kebalikannya. Siswi paling populer. Anak OSIS. Pintar, elegan, dan selalu dikelilingi orang. Dua dunia yang seharusnya nggak pernah bersinggungan. Sampai suatu malam Pharita tanpa sengaja melihat Ruka duduk sendirian di belakang gedung sekolah-babak belur, berdarah, dan terlihat... lelah. Anehnya, Pharita memilih duduk di sampingnya. Dan sejak malam itu, semuanya berubah.
All Rights Reserved
#86
rupha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • -Usai 2.556 Hari-
  • LITTLE HUSBAND
  • Bintang yang Tak Pernah Padam
  • Love or Obsession | RORITA
  • R-R-A ✔️
  • Hii, Mas Tetangga
  • Winter Night [RuYeon]
  • SAMA SAMA SUSAH
  • Enigma
  • HOW

"Profesiku hanya sebuah ancang-ancang dan batu loncatanku untuk menemukan sesuatu yang kelam, seberapa pelik aku menerima kenyataan, itu tak sebanding dengan apa yang mereka lakukan, aku membenci semua orang di rumah itu. Percayalah, suatu hari nanti.. saat aku dan adik-adikku menang, kau akan mati dengan gelisah." - Haraya "Sebuah kegilaan dibalut identitas harmonis, aku yang menjadi korban, tapi aku juga yang menjadi pedang pemutar arah. Aku memang hanya seorang Dokter Bedah Toraks, Kardio dan Vaskular, namun perubahan besar yang bahkan tak ku mengerti sewaktu kecil, membuat diriku menanamkan benih dendam mendalam terhadap keluarga gila itu. Aku dan saudariku hanya menunggu, menunggu waktu yang tepat. Saat waktu itu tiba, kalian hanya akan menangis, menangis meratapi perbuatan busuk yang tak pernah kalian pikirkan sebelumnya, jika pedang yang kalian arahkan akan kembali kepada diri kalian sendiri. Perlakuan manis yang berubah mematikan akan kalian lihat dari diriku, jika kalian bisa menggila, maka aku akan lebih menggila dari kalian." - Haleya "Diamku bukan tentang ketakutan, tapi tentang kekejaman, jiwa yang aku bangun dengan lebel penuh kasih sayang, bukan yang sebenarnya, kasih sayang hanya bentuk rencana mematikan. Maka terbuailah kalian dengan ketulusan sederhanaku." - Hasya "Mati... satu kata yang akan aku ucapkan pertama kali jika wajah itu berhenti tepat di bawah kakiku, wajah itu yang selalu membuat diriku bertindak gegabah terhadap saudariku." - Hakaya "Kepolosanku memiliki arti tersendiri bagiku, tangan yang berbalut Kinesio Tape ini, bukan untuk melindungi jari-jemariku, tapi untuk menyumpal mulut berbisamu." - Hamiya "Keras kepala? Tentu saja bukan untuk membuat dirimu terbebani, tapi untuk membuat dirimu lengah dengan berdebat tanpa selesai denganku." - Halura "Kemanjaanku hanya untuk memastikan kematianmu datang tepat di depan mataku." - Hakala Ikutlah bersama kami untuk mencari keberhasilan. -Aku Jiwa yang Bertahan- By: Chello

More details
WpActionLinkContent Guidelines