*Cerita ini merupakan karya fiksi alternatif yang terinspirasi oleh beberapa peristiwa nyata dan tokoh sejarah. Namun, demi kebutuhan narasi dan kreativitas, penulis telah mengubah lini masa, nama, tempat, serta detail sejarah lainnya. Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menjadi referensi sejarah yang akurat. Penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala ketidaksesuaian sejarah, anakronisme, atau pergeseran fakta yang terdapat dalam cerita ini. Tidak ada niat sedikit pun untuk mengaburkan sejarah asli atau menyinggung pihak mana pun. Segala perubahan dilakukan murni demi kepentingan dramatisasi dan pengembangan cerita.
Di bawah panji adidaya Imperium Brawijaya tahun 2026, stabilitas tahta kini mulai diguncang oleh riak protes publik dan media asing yang mempertanyakan eksklusivitas darah biru wangsa kerajaan yang dinilai menutup pintu bagi kalangan rakyat jelata. Di tengah tekanan politik sosial tersebut, sebuah janji suci masa lalu tiba-tiba ditagih untuk mengunci takdir generasi muda istana melalui perjodohan antara Putra Mahkota Jayadratha dan Gitanjali Jena Anindita, seorang gadis dengan latar belakang keluarga militer dari kalangan jelata yang resmi dideklarasikan demi menjaga keutuhan pertahanan negara. Keputusan mutlak raja ini seketika meremukkan rajutan asmara rahasia sang Putra Mahkota dengan Roro Asih, memaksanya bertaruh antara ego cinta atau runtuhnya sebuah dinasti yang harus ia pimpin. Namun di sudut lain Istana Narasingamurti, Pangeran Kenas juga harus menelan kepedihan terdalamnya saat menyaksikan perempuan pertama yang diam-diam ia puja justru bertunangan dengan kakaknya sendiri. Kini, di balik sangkar emas Singosari Raya, sebuah badai intrik, ego, dan patah hati siap menguji batas kesetiaan mereka pada mahkota dan takhta Nusantara.
Tutti i diritti riservati