You Feel like Home

You Feel like Home

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2026
WpInfo
Fanfic
Seventeen
aespa
Romance
Love Triangle
Aurelina Maheswari selalu membenci rumahnya sendiri. Terlalu besar. Terlalu sepi. Terlalu dingin untuk disebut rumah. Orang tuanya sibuk di luar negeri, kakaknya jarang pulang, dan sejak lama Aurel terbiasa menghadapi semuanya sendirian.Di sekolah, Aurel dikenal sebagai cewek dingin, keras kepala, dan sulit didekati. Sampai semua orang lupa kalau sebenarnya... Aurel hanya lelah. Tapi ada satu orang yang tidak pernah berhenti memperhatikannya. Reyhan Alexander Wijaya. Cowok paling cuek di sekolah. Pendiam, dingin, dan terlihat tidak peduli pada siapa pun- kecuali Aurel. Reyhan selalu ada. Menunggu Aurel pulang, datang saat rumah itu terasa terlalu sepi, dan diam-diam menjadikan Aurel sebagai pusat dari seluruh hidupnya. Masalahnya, Aurel tidak pernah menyadarinya. Atau mungkin... dia sengaja pura-pura tidak tahu. Dan di antara hujan malam, rumah kosong, serta tatapan yang menyimpan terlalu banyak perasaan- mereka mulai memahami satu hal: kadang rumah bukan tentang sebuah tempat. Kadang... rumah adalah seseorang.
All Rights Reserved
#97
highschoolromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • The King & The Doctor ✓
  • I Want to Live [END]
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines