Di gudang belakang sekolah yang pintunya setengah copot, tak layak huni, ada 6 cowok yang nggak seharusnya satu meja.
Empat berandal.
Sean, mantan anak tawuran. Sekarang mulutnya lebih tajam dari tinjunya.
Raka, tukang balapan liar. Hidupnya cuma gas, rem, dan adrenaline.
Jehan, montir dadakan. Motor mogok? Dia yang beresin.
Yusa, paling pendiem. Tapi kalau dia diem, biasanya lagi lacak nomor orang dan ngumpulin bukti. Bahaya kalau udah diem.
Rayyan, juara olimpiade fisika.
Otaknya jalan di atas rata-rata, tapi dia pilih nongkrong di sini.
Anehnya, gengnya sendiri yang paling takut sama dia kalau udah serius.
Saka, ketua OSIS sekaligus anak donatur utama sekolah.
Secara status, dia paling jauh dari mereka.
Tapi tiap bel pulang bunyi, dia yang pertama masuk gudang.
Orang bilang mereka nggak nyambung.
Guru bilang pengaruh buruk.
Tapi di gudang itu, mereka punya satu aturan.
"Di luar kita beda. Di sini, kita satu."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang