Secret Obsession

Secret Obsession

  • WpView
    Reads 73,065
  • WpVote
    Votes 3,509
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2026
"Ini aku... Davian, suami kamu." "Davian? Su... suami?" "A-Apa maksudmu? Aku tidak kenal kamu. Suami bagaimana? Aku saja belum menikah!" Elara terbangun di hutan dengan kondisi hilang ingatan. Seorang pria tampan misterius bernama Davian berkata kalau dia adalah suaminya. Segala macam kejanggalan membuat Elara ragu akan pernyataan Davian. Akan tetapi, di sisi lain pesona dan rayuan pria itu terlalu membius sampai akal sehat pun terabaikan. Benarkah Davian itu suaminya? Apa yang sebenarnya terjadi sebelum dia hilang ingatan?
All Rights Reserved
#11
dark
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • The Villain's Mother
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines