Wish You Were A Little More Honest. || Royeon [End].
Hidup Audrey selalu dipenuhi suara mesin medis, aroma obat-obatan, dan hitungan waktu yang terasa semakin pendek setiap harinya. Mengidap Cystic Fibrosis sejak kecil membuatnya perlahan terbiasa menerima satu kenyataan... bahwa mungkin, ia tidak akan pernah benar-benar hidup seperti orang lain.
Sampai suatu hari... ia mendapati kabar, jika dokter yang biasa menanganinya akan diganti.
Seorang dokter muda bernama Riley itu awalnya hanya bertugas menangani Audrey... tanpa sadar dirinya mulai menjadi alasan Audrey bertahan lebih lama dari yang seharusnya.
"Apa kamu pernah berharap bisa hidup normal?" tanya Riley pada saat dimana ia membantu Audrey dengan terapinya.
Audrey tersenyum tipis sambil menatap langit malam dari balik jendela rumah sakit.
"Bukan hidup normal yang aku mau..." bisiknya, "... aku cuma pengen punya waktu lebih banyak di dunia ini."
Di balik hubungan mereka yang perlahan tumbuh semakin dekat, ada rahasia, harapan, dan perasaan yang tidak pernah diucapkan dengan jujur. Dan ketika kondisi Audrey mulai memburuk, Riley harus memilih; tetap menjadi dokter yang mematuhi batas dan ketentuan kerja... atau seseorang yang rela melakukan apa saja demi menyelamatkan orang yang dicintainya.
Karena terkadang, menurutnya harapan paling besar lahir dari seseorang yang waktunya terbatas.
---
DISCLAIMER! :
• 100% fiksi.
• Cerita ini bergenre FxG, R as dom dan A as bot.
• Semua adegan yang ada dalam cerita ini, dibuat untuk hiburan semata. Please be a wise readers
• If this story wasn't cup of ur tea, u can leave and feel free buat baca cerita lain, thank u!
@whoiamd