6/12
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, May 22, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Mental Health and Neurodiverse
Family Life
Romance
Di kehidupan yang fana ini, kita pasti selalu bertemu dan berpisah dengan seseorang. Karena setiap pertemuan pasti ada perpisahan, everything must be a reason. Tapi bagaimana jika aku sudah terlanjur menganggap mereka rumah? bagaimana jika aku sudah terlanjur nyaman? aku selalu takut akan perpisahan di kehidupan ini, aku takut aku sudah terlalu jatuh dan tidak tahu bagimana cara bangkit lagi. Hujan di bulan Juni menemaniku merenung sambil bersenandung, aku cinta hujan tapi tidak dengan gemuruh petir nya, aku cinta hujan tapi tidak dengan kenangan pahit di dalam nya. Saat aku merasa tidak ada satu pun yang mencintaiku, aku akan berdiam di jendela kamar sambil memandang hujan dan ditemani secangkir teh hangat. Tapi bayangkan, aku lebih memilih membaca ratusan lembar buku fantasi sambil berkhayal padahal aku bisa mengakhiri hidupku saat itu juga.
All Rights Reserved
#273
kehidupanremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • Sastru Pinanganten
  • Setelah Mama Menikah [END]
  • Ritual Rasa
  • ELION
  • Wismatama
  • Transmigrasi  Ren
  • "Liburan" Bonus Suami

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines