The Last Desk by the Window
Bowen tidak pernah menyangka bahwa duduk di bangku paling belakang sekolah akan mengubah segalanya.
Awalnya, Qihan hanyalah teman sebangku yang pendiam, sulit ditebak, dan terlalu tenang untuk dibaca. Tapi semakin hari, tatapan-tatapan diam, genggaman tangan di bawah meja, serta kalimat-kalimat sederhana yang terdengar seperti pengakuan membuat Bowen sadar-ia mulai menunggu setiap pagi hanya untuk duduk di sebelah orang itu.