Pernikahan yang dimulai tanpa cinta sering kali terasa seperti kewajiban yang harus dijalani-bukan pilihan yang ingin diperjuangkan. Fort dan Peat terikat dalam sebuah hubungan yang lahir dari perjodohan. Mereka bukan pasangan yang penuh drama atau kekanak-kanakan. Keduanya dewasa, mengerti tanggung jawab, dan berusaha menerima takdir dengan lapang dada. Namun, memahami bukan berarti tidak merasa lelah. Di balik sikap tenang dan kompromi yang terus mereka lakukan, tersimpan kelelahan, luka yang tidak selalu terucap, dan jarak yang perlahan terbentuk tanpa disadari. Setiap pertengkaran bukan sekadar konflik, tapi cerminan dari perasaan yang selama ini ditekan. Dan di antara semua itu, muncul satu pertanyaan sederhana: Apakah dua orang yang tidak pernah saling mencintai... bisa belajar untuk tetap memilih satu sama lain? Ini bukan kisah tentang cinta yang datang dengan mudah. Ini adalah cerita tentang bertahan, memahami, dan perlahan membuka hati-meski dimulai dari keterpaksaan.
More details