CADETS OBSESSION

CADETS OBSESSION

  • WpView
    Reads 1,586
  • WpVote
    Votes 206
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 27, 2026
Ravenhill Military, tempat militer di tengah hutan terpencil. Penjara rahasia untuk anak-anak elite paling bermasalah dan berbahaya. Calestine Ophelia Hillary dibuang ke neraka ini setelah membakar mansion ayah tirinya untuk menghancurkan bisnis gila yang dijalaninya. Caspian Rovenmarc, komandan taruna kejam berusia 28 tahun. Monster berseragam yang mengendalikan seluruh Ravenhill dengan tangan besi. Ketika sang penguasa bertemu dengan gadis pemberontak, aturan Ravenhill berubah menjadi medan perang dominasi yang mematikan. Saling menghancurkan atau bersekutu untuk membakar habis tempat ini bersama dan menyelsaikan apa yang belum terselesaikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebastian King
  • His Fiero
  • Man, Over Love
  • MOONSTRUCK
  • The Eternal Dominion
  • INSOMNIA: THE WRITER'S NIGHTMARE
  • LA FEDELTÀ
  • Beauty and Temptation
  • Tomorrow At Sunrise You'll Die
  • DESTINY IN DARK SIN

Bagi Sebastian King, rumah sakit rehabilitasi ini hanyalah kandang besi yang membosankan-sampai ia menemukan Rose Blair. Rose bukan sekadar dokter baginya, wanita itu adalah napas, cahaya, dan satu-satunya alasan mengapa darah di dalam tubuh Sebastian masih mengalir. Obsesi Sebastian melampaui batas kewajaran. Ia memuja setiap langkah Rose, menghafal setiap helai rambut hitamnya, bahkan menghitung setiap helai bulu matanya. ​Namun, dunia Sebastian runtuh saat mawar itu hancur di depan matanya. Rose tewas, terjatuh dari lantai enam dengan tubuh yang membentur lantai dingin. Di saat itulah, Sebastian King menyadari satu hal yang menghancurkan jiwanya, Kehilangan Rose jauh lebih menyakitkan daripada sakau yang pernah ia rasakan. ​Ketika seorang pria tua di rel kereta menawarkan kesempatan mustahil, Sebastian tidak berpikir dua kali. Ia rela menjual jiwanya, membuang kewarasannya, dan menyerahkan segalanya demi memutar waktu. ​"Look at me, Rose. Look at how pathetic I am. I'm begging you... please, stay alive."

More details
WpActionLinkContent Guidelines