Still Home.

Still Home.

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, May 30, 2026
Rumah seharusnya menjadi tempat paling nyaman untuk pulang. Namun bagi dirinya, rumah hanyalah tempat di mana suara pertengkaran terdengar lebih sering daripada tawa. Di balik meja makan yang selalu lengkap dan senyum yang dipasang setiap pagi, keluarganya perlahan retak karena hal-hal kecil yang tak pernah selesai. Ayah dan ibunya tetap bertahan demi anak-anak mereka, tetapi tidak pernah sadar bahwa anak-anak itu juga ikut lelah. Ia terbiasa mendengar pintu dibanting, tangisan yang ditahan, dan kalimat "semuanya baik-baik saja" yang terdengar semakin kosong setiap harinya. Sampai suatu malam, ia mulai bertanya pada dirinya sendiri- jika sebuah rumah dipenuhi luka, apakah tempat itu masih bisa disebut rumah? "At some point, the yelling stopped hurting. What hurt more was pretending nothing happened after."
All Rights Reserved
#541
brokenfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laskar
  • A MASTERPIECE OF TRAGEDY ✓
  • Teman Kecilku
  • crazy family
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Mas Masinis
  • Transmigrasi Gio
  • One Shot 21+
  • the protective myhusband
  • Saat Rumah Kembali Utuh
Laskar

Sebuah kejadian tak terduga mempertemukan Levi dan Aralie dengan tiga anak misterius yang mengaku sebagai anak mereka: Rachel, Mikhail, dan Intan. Kehadiran ketiganya membawa banyak pertanyaan yang sulit dijelaskan, mulai dari kedekatan mereka dengan Levi dan Aralie, kebiasaan-kebiasaan yang terasa begitu akrab, hingga sikap mereka yang menyimpan kesedihan di balik senyum polosnya. "Ternyata seseorang bisa begitu berarti, bahkan sebelum aku sempat menyadari kalau aku membutuhkannya." - Aralie Abigail Maheswara - "Aku tidak pernah menyesali memilih kalian. Yang aku sesali hanya tidak pernah cukup berani menunjukkan betapa aku mencintai kalian." - Michael Levian Laskar -

More details
WpActionLinkContent Guidelines