Shaka & Jehan

Shaka & Jehan

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2026
Dua tahun lalu, Shaka memilih melangkah pergi mengubur rasanya dalam-dalam demi melihat Jehan bahagia dengan pilihannya. Namun, pelarian yang ia kira benar justru meninggalkan luka paling berdarah. Di saat Shaka tak ada, dunia Jehan runtuh berkeping-keping; dikhianati oleh cinta yang ia percaya, hingga harus bertaruh nyawa melewati masa koma yang sunyi. Kini, setelah berhasil terbangun dan menata kembali puing-puing hidupnya, Jehan tumbuh dengan sangat baik. Ia fokus bekerja, dikelilingi tawa teman-teman yang suportif. Ia menutup rapat dunianya dari percintaan, tapi hatinya telanjur terkunci pada sosok sahabat yang dulu pamit dua bulan, tapi menghilang dua tahun tanpa kabar. Saat Shaka pulang untuk mengejarnya, akankah gengsi menyerah pada rindu yang sama?
All Rights Reserved
#553
b×b
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • Secret Relationship
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • ELIAN ✓
  • desa kawitan [END]
  • ELION (bl)

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines