WILTED NOCTURNE

WILTED NOCTURNE

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 16, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
High Fantasy
Fairy Tales and Mythology
Dark Fantasy
Elyra Vi Noctyra hanyalah seorang Duckun dari Keluarga Noctyra yang lahir dengan anugerah sekaligus kutukan. Sejak kecil, sirkulasi Mayanya tak pernah stabil. Sihir Dark Botany yang diwarisinya terus menyerap Maya dari setiap tanaman yang ia kendalikan, membuat tubuhnya perlahan menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Demi bertahan hidup, ia harus hidup dengan segel yang tak boleh dilepaskan.
All Rights Reserved
#84
putri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines