Bahasa Kasih Tanpa Suara
Di tengah hiruk pikuk Bangkok yang panas dan macet, Nani Hirunkit adalah seorang jenius yang hidup dalam keheningan absolut. Sebagai arsitek papan atas, ia sedang mengerjakan proyek ambisius: merestorasi sebuah teak house kuno di tepi Sungai Chao Phraya untuk dijadikan pusat seni kontemporer. Namun, sikap Nani yang temperamental membuat semua penerjemah bahasa isyarat menyerah hanya dalam waktu satu minggu.
Hingga datanglah Sky Wongravee.
Berbeda dengan penerjemah sebelumnya yang terlihat takut atau terlalu formal, Sky menghadapi ketajaman mata Nani dengan ketenangan air di Waduk Ratchaprapha. Sky tidak hanya menerjemahkan kata-kata klien, ia mulai memahami "bahasa" Nani yang tersembunyi dalam struktur bangunan, dalam cara Nani meminum Cha Yen (teh susu Thailand) tanpa gula, dan dalam cara jemari Nani gemetar saat menghadapi trauma masa lalunya.
Hubungan mereka berkembang di sela-sela kunjungan ke pasar malam Jodd Fairs, aroma Pad Kra Pao yang pedas di kantin kantor, hingga momen-momen sunyi di bawah bayangan Wat Arun saat matahari terbenam. Sky perlahan menyadari bahwa Nani tidak butuh seseorang untuk menjadi "telinganya", melainkan seseorang yang bisa membaca isi hatinya yang tak pernah terucap.
Namun, saat proyek hampir selesai, sebuah rahasia tentang kecelakaan Nani di masa lalu kembali muncul, memaksa Sky untuk membuktikan bahwa cinta tidak butuh suara untuk terdengar nyata.