LAWAN
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 9, 2026
Di bawah langit Jakarta yang pekat oleh polusi dan kepalsuan, Elang, seorang mahasiswa hukum tingkat akhir Universitas Indonesia, memilih jalur berbahaya. Bersama Genta, seorang anarko-sindikalis yang sinis, dan Dinda, aktivis mahasiswa yang vokal, mereka mengonsolidasikan gerakan bawah tanah untuk menentang regulasi pemerintah yang mencekik kaum buruh di kawasan industri Cakung. Namun, kritik mereka dibalas dengan teror yang sistematis. Ketika demonstrasi besar di depan Gedung DPR berakhir dengan pertumpahan darah, garis antara keadilan dan balas dendam mulai kabur. Satu per satu dari mereka diincar: diculik, dilecehkan secara seksual sebagai alat pembungkaman, dan diteror secara psikologis hingga ke ambang kegilaan. Ini bukan lagi sekadar gerakan mahasiswa, melainkan taruhan nyawa melawan monster penguasa yang siap meremukkan kewarasan mereka sampai habis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • ANOTHER TRACY
  • INTERLUDE WIFE [ ISTRI SELINGAN ]
  • The Last Antagonis
  • Help, I'm a Zombie!
  • LORENZO
  • SALAH OBAT
  • Ervan Carolline
  • Side Character Syndrome
  • Heyu : Second Gear

Es krim adalah hidupnya. Darah adalah nafasnya. Dia dibuang oleh darahnya sendiri. Diselamatkan oleh musuh keluarganya. Diawasi oleh bayang-bayang masa lalunya. Nealine Drakfire. Putri dari organisasi pembunuh paling ditakuti: Wolven. Dalam satu malam, ia difitnah, diburu, dan dinyatakan mati. Tujuannya hanya satu: Menjadi gadis normal yang hobi makan es krim. Dan demi mencapai tujuan itu ia harus menumpahkan bayak darah. Tetapi ... takdir bercanda terlampau kejam. Nealine tidak bisa benar-benar menjadi normal. Ia terjebak diantara dua pria yang rela mati demi melindunginya. Dan ... semakin mereka mencintainya, semakin dalam pula luka yang harus ditanggung. Ia harus memilih, antara pria yang dianggapnya rumah? atau pria yang rela menunggunya di dalam bayang-bayang selama tiga belas tahun? Mencintai adalah pilihan. Dan disetiap pilihan ada darah. Dan rasa darah tidak manis seperti es krim yang disukainya. ... Copyright © 2026 alyzd23. All rights reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines