Once Again | Lingorm

Once Again | Lingorm

  • WpView
    Reads 1,941
  • WpVote
    Votes 382
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jul 2, 2026
Di sudut kafe kecil di London, Orm Kornnaphat menjalani hidup baru sebagai barista yang menenangkan luka-lukanya sendiri, ia meninggalkan Thailand, keluarganya, dan seseorang yang dulu membuatnya percaya pada cinta, sampai segalanya hancur. Namun takdir mempertemukannya kembali dengan masa lalu yang berwajah familiar bernama Lingling Kwong. Tatapan nya yang tak lagi hangat, dan rahasia yang belum benar-benar mati, Orm harus memilih, menutup masa lalu, atau membiarkannya menyeduh kembali rasa yang sempat ia buang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • desa kawitan [END]
  • ELIAN
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Secret Relationship
  • Auto Save!
  • LINTANG PANJER WENGI END

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines