Catatan Akhir Merah Maroon
"Aku sudah muak memakai topeng. Di masa SMA ini, aku cuma ingin menjadi diriku sendiri yang pendiam."
Bagi Rizky, melepaskan topeng sebagai 'cowok supel' dan menjadi introvert seutuhnya di SMA 01 adalah sebuah keharusan. Rencananya sederhana yaitu jalani hari dengan tenang, jauhi keramaian, ikut ekskul, dan pulang tanpa banyak drama.
Namun, resolusi tenangnya itu mulai goyah karena satu nama: Anisa.
Perempuan pendiam dengan hoodie ungu kedodoran yang pingsan di hari pertama sekolah, perempuan yang entah kenapa selalu tidak sengaja tertangkap oleh lensa dan ekor mata Rizky.
Mereka tidak saling kenal, tidak pernah bertegur sapa, tapi sebuah senyuman canggung dari anisa di suatu sore berhasil membuat isi kepala Rizky dipenuhi tanda tanya.
Pertemuan mereka menjadi sebuah katalis perubahan bagi takdir kehidupan Rizky dan teman-temannya, dan memaksa Rizky harus kembali memakai topeng sebagai 'cowok supel' dan membuang jauh-jauh keinginan nya menjadi siswa pasif disekolah.
Ini bukan kisah cinta pada pandangan pertama yang penuh kata-kata manis. Ini adalah catatan tentang orang orang yang perlahan menemukan frekuensi yang sama, di antara riuhnya masa putih abu-abu.