Ikatan Rahasia

Ikatan Rahasia

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 23, 2026
Dengan segala perasaannya meidra menikah, menikah dengan laki-laki pilihan ayahnya sendiri. Setelah meidra menikah, baru mengatahui sikap suaminya dingin ke padanya Meidra bahkan seperti istri simpanan, nyatanya meidra istri sah di mata hukum dan agama. Meidra tidak ada hak membantah, bahkan sikap rendra posesif. Meidra sadar siapa dirinya Rendra sudah sejak lama menunggu meidra, menikahi meidra bukan kesalahan baginya. Merahasiakan sebuah pernikahan, membuat rendra tidak tahu sampai kapan tersimpan rapi Kehadiran meidra membuat hidupnya berubah, banyak membuat rendra tahu tentang meidra. Rendra merasa meidra istri pilihannya, tidak peduli jika keluarganya tidak setuju
All Rights Reserved
#22
setia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines