OUR SATURN💫

OUR SATURN💫

  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Thu, May 28, 2026
DESKRIPSI AU - Our Saturn 🪐 Gabriela Alvero Mahardika adalah cowok populer, pemain basket, dan anak keluarga kaya yang terlihat sempurna, tapi sebenarnya menyimpan banyak luka dan rasa takut kehilangan. Marsha adalah cewek pendiam yang sulit percaya orang dan lebih sering memendam perasaan sendiri. Dua orang yang berbeda seperti bumi dan saturnus, tapi selalu tertarik kembali meski terus dijauhkan keadaan. "Sejauh apa pun kita, kalau memang ditakdirkan... pasti akan bertemu lagi." 🪐 au yg menceritakan kehidupan Gabriela .......? Ini au pertama Mimin maaf ya kalo ada kesalahan dalam membuat au nya🙏🙏😭😭
All Rights Reserved
#125
ellajkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • De Andere Weg (END)
  • Chasing Sanara
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines