A The Corruption Dragon God: Lust Syste

A The Corruption Dragon God: Lust Syste

  • WpView
    Reads 458
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Sat, May 23, 2026
Setelah bereinkarnasi ke benua Bulan Biru, Qingyi mengabdi kepada tuannya selama dua belas tahun, membuktikan dirinya sebagai pemuda yang murni dan suci hingga akhirnya ia menerima Dewa Naga Korupsi, berjanji untuk menjaganya agar tidak jatuh ke tangan jahat. Tapi yah... dia tidak mungkin menderita semua itu sia-sia, kan? Sekarang setelah semuanya berakhir, dia akan menggunakan garis keturunannya ini sepenuhnya. Tidak akan ada satu pun istri dari tuan muda yang sombong yang tidak akan merasakan sentuhannya! Perjalanannya di benua bulan biru hanyalah permulaan, para dewa dan makhluk surgawi akan gemetar di bawah kekuatannya! Apa yang akan Anda temukan dalam novel ini? - Wanita besar (Seperti yang ada di jubah) - Cabul - Sistem nafsu - Harem Besar - Smart MC - Tingkat pengendalian pikiran tertentu. - Jalur kultivasi yang hampir tak berujung - Tidak akan ada Netorare, tetapi akan ada Netori (tokoh utama mencuri istri orang lain). Apa yang tidak akan Anda temukan dalam novel ini? - NTR(Netorare) - MC yang mati otak - Dense mc -Yaoi/Yuri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines