Di salah satu sudut kota itu, berdiri sebuah flower shop kecil bernama FLOCÉA.
Toko bunga dengan jendela kaca besar, lampu gantung keemasan, dan aroma lavender yang selalu terasa menenangkan.
Banyak orang menyukai tempat itu.
Ada yang datang membeli bunga.
Ada yang sekadar mencari tenang.
Dan ada juga yang merasa FLOCÉA seperti tempat pulang.
Namun bagi Ocalea Asteria, toko itu lebih dari sekadar flower shop biasa.
FLOCÉA adalah rumah.
Tempat yang selalu membuatnya merasa tidak sendirian.
Oca tinggal bersama neneknya sejak kecil. Orang tuanya lebih sering bekerja di luar kota, sementara kakaknya menetap di luar negeri dan jarang pulang. Karena itulah, Oca tumbuh menjadi seseorang yang terbiasa menghadapi semuanya sendiri.
Pagi kuliah.
Sore menjaga toko.
Malam mengerjakan tugas sampai tertidur di depan laptop.
Rutinitas itu terus berulang setiap hari.
Kini, di usia dua puluh tahun, Oca menjalani semester lima sebagai mahasiswa jurusan Psikologi di Universitas Arunika.
Di kampus, ia dikenal sebagai cewek yang gampang diajak bercanda meski sering terlihat kurang tidur. Bukan mahasiswa paling menonjol, tetapi selalu berhasil membuat orang nyaman berada di dekatnya.
Hari-harinya terasa lebih ringan karena dua sahabatnya.
Nayra Elvianne, cewek super cerewet yang selalu membawa kekacauan kecil ke hidup Oca.
Dan Rafka Adrian, cowok humoris yang suka mengganggunya hampir setiap hari, tetapi diam-diam selalu memperhatikan hal-hal kecil tentang dirinya.
Bersama mereka, kehidupan Oca terasa normal.
Setidaknya... sebelum semuanya mulai berubah.
All Rights Reserved