Enemy But Dear
#4
Di kota yang tak pernah benar-benar tidur ada dua orang yang hidup dalam dunia yang sangat berbeda
Naufal Adinanta namanya terkenal, dia anggota inti Gang Drankas, pewaris tunggal keluarga Adinanta yang kaya raya, tampan, berisik, konyol, dan terkenal sebagai "si buaya" karena sering berkencan dengan banyak gadis yang menurutnya menarik
Hidupnya dipenuhi cinta, kasih sayang kedua orang tua, tawa, teman-teman, dan kebebasan, bagi Naufal hidup adalah permainan yang harus dinikmati, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan senyuman, candaan, atau sedikit kenekatan
Setidaknya... itu yang selalu Naufal yakini sampai suatu hari, matanya bertemu dengan seorang gadis, seorang gadis yang bahkan tidak menoleh saat semua orang memperhatikannya
Di sisi lain ada Nayara Syafa Kazama, seorang gadis yang selalu duduk sendiri, dia adalah gadis dari keluarga Kazama yang sangat tertutup tapi cukup banyak yang tau, gadis yang tidak pernah terlihat berusaha mendekati siapa pun, gadis yang memilih diam dibanding berbicara
Tidak ada yang tahu bahwa di balik sikap cuek dan wajah datarnya, terdapat luka yang telah membusuk selama bertahun-tahun, luka yang tidak pernah sembuh
"Kenapa wajahmu sangat mirip perempuan bajingan itu? Dasar anak sialan"
Nayara harus menerima semuanya, cacian, makian, tatapan penuh kebencian, siksaan bahkan pukulan, dia menerima semuanya dalam diam, tak pernah melawan, tak pernah mengadu, tak pernah menangis di hadapan siapa pun
***
"Gue pasti bisa dapetin lo gadis cantik, karena nggak ada yang nggak bisa di dapetin seorang Naufal Adinanta" ucap Naufal dengan percaya diri
Tapi apa jadinya jika masalalu kembali datang kehidupan Naufal? Akankah Naufal tetap bertahan dan mengejar Nayara atau malah berbalik arah dan kembali pada cinta masalalu?
Jika Naufal tetap pada pertahananya untuk mengejar Nayara, apakah Naufal berhasil membuat Nayara membuka hatinya? ataukah justru Nayara yang akan membuat Naufal menyerah dan pergi?