Ini bukan cerita transmigrasi atau cerita di dalam novel. Ini dunia nyata, di mana pemuda bernama Jendara sendiri yang mengalaminya.
Jendara Bion Yasaka, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Keberadaannya tak terlalu di anggap. Sarannya tak pernah di dengar. Terkadang di mintai pendapat tapi ujungnya di abaikan. Dia harus nurut apa kata abang-abang juga di tuntut untuk terus mengalah bagi adik bungsunya.
Saat Jendara menyukai seseorang dan adiknya pun menyukai orang yang sama. Yang harus mengalah dan merelakan adalah dirinya.
Jendara lelah, jika saja bisa memilih Jendara tak ingin lahir di keluarga itu.
Puncaknya, Jendara di paksa harus menerima perjodohan dengan pria bernama Aregon Ghyr Xilion yang seharusnya di ajukan pada adiknya.
__________
"Kita menikah selama 1 tahun, setelah itu bercerai." Aregon.
"Bagus. Di kamar mana aku tidur?" Jendara.
__________
"Siapa yang ingin bercerai? Sampai kapanpun aku tak akan pernah melepasmu." Aregon.
"Sialan kau, tua Bangka!" Jendara.
___________
"Mau kemana?" Aregon.
"Kepo! Sudahlah kau diam saja pak tua." Jendara.
"Aku suamimu. aku berhak tahu kau ingin pergi kemana?" Aregon.
"Ck, pergi kencan! bye." Jendara.
__________
"Apa yang kau lakukan?" Jendara.
"Memberi sedikit hukuman untuk rubah licik yang nakal." Aregon.
"Akhh, gak! Le-lepaskan aku!" Jendara.
Todos los derechos reservados