Home
  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2026
Sejatinya Rumah kami tidak pernah sempurna. Kadang terlalu berisik, terlalu ramai, dan dipenuhi kekacauan kecil yang membuat semuanya terasa hidup. Namun didalam sana ada Morpheus selalu berdiri paling depan seperti dinding yang diam-diam menahan badai agar tidak menyentuh kami, Thea membawa hangat yang menenangkan, Moon yang selalu bisa menghidupkan hari dengan tawa dan energi yang tak pernah habis, Nero menjadi tenang yang selalu ada meski tanpa banyak kata, Avi seperti cahaya lembut di malam panjang yang membuat kami tahu arah pulang, Bol si mood maker yang selalu berhasil mengembalikan senyum bahkan saat suasana sedang jatuh, dan Pici menjadi bagian kecil yang tanpa disadari justru membuat semuanya terasa lengkap. Kata orang, rumah adalah tempat, tapi bagi kami rumah tidak punya alamat, karena rumah bukan tentang dinding atau atap-rumah adalah sekumpulan hati yang memilih untuk tetap tinggal, saling menjaga, dan selalu berkata, 'kalau kamu lelah, pulang aja... kami masih di sini.'
All Rights Reserved
#1
lonely
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • desa kawitan [END]
  • The Nameless Figuran
  • About Circumstances
  • Auto Save!
  • 𝐄𝐂𝐋𝐈𝐏𝐒𝐀 [END]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • LINTANG PANJER WENGI END

Hujan deras mengguyur kota ketika hidup Narendra Manggala berubah untuk selamanya. Sebagai anak tunggal keluarga kaya yang terbiasa menyelesaikan segala masalah dengan uang, ia tak pernah membayangkan akan dihukum dan diasingkan ke Desa Kawitan-sebuah desa terpencil yang masih memegang teguh adat leluhur serta diselimuti kisah-kisah mistis yang tak masuk akal baginya. Namun sejak pertama kali menginjakkan kaki di desa yang terasa terlalu sunyi itu, Narendra mulai merasakan sesuatu yang ganjil; tatapan-tatapan warga yang penuh arti, larangan untuk keluar malam, dan sosok seorang dalang muda bernama Reswara yang seolah mengetahui lebih banyak tentang dirinya daripada yang seharusnya. Di balik ketenangan Desa Kawitan, tersimpan rahasia kuno yang telah dijaga selama ratusan tahun, dan tanpa disadari, kedatangan Narendra bukanlah sebuah kebetulan-melainkan awal dari takdir yang akan menyeretnya ke dunia yang selama ini hanya dianggap sebagai legenda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines