I Think He Knows

I Think He Knows

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing43m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 5, 2026
Dulu, Prisa adalah bagian dari jutaan orang yang mengidolakan dia. Diam-diam menyimpan foto wawancara pertamanya. Menonton semua drama yang dibintangi. Membela dia di kolom komentar. Bahkan-memalukan sekali-ikut senyum sendiri melihat kemesraan hubungan lima tahunnya dengan sang aktris terkenal. Prisa termasuk tim yang percaya: "Ya ampun, mereka endgame banget." Cowok itu terlalu sempurna untuk tidak dicintai. Wajah boyish, senyum manis, tutur kata sopan, image green flag berjalan, disayang fans, dekat dengan staf, tidak pernah kena skandal. Dan pacarnya? Cantik. Elegan. Sama-sama artis besar. Mereka terlihat seperti pasangan yang lahir langsung dari Pinterest dan doa ibu-ibu penggemar. Sebagai reporter hiburan, bertemu idolanya harusnya jadi mimpi. Harusnya. Sampai Prisa akhirnya mengenal versi asli laki-laki itu. Versi yang tidak pernah masuk kamera. Versi yang- nyebelin banget. Songong. Mulutnya pedas. Suka ngeselin orang tanpa dosa. Hobinya mengomel. Mood-nya absurd. Dan entah kenapa, punya bakat luar biasa membuat hidup Prisa naik darah tiap hari. Cowok yang di TV terlihat lembut ternyata bisa bilang: "Lo tuh kalau jalan suka nabrak realita ya?" Atau dengan santainya merebut kopi Prisa sambil komentar, "Gula lo kebanyakan. Pantes hidup lo chaos." Menyebalkan. Sangat menyebalkan. Dan jauh dari kata perfect boyfriend material seperti yang dibayangkan publik. Yang lebih parah? Prisa jadi mulai sadar kalau hubungan lima tahun mereka yang terlihat sempurna... mungkin tidak sesempurna itu. Ada tatapan lelah yang kamera tidak tangkap. Ada jeda-jeda canggung yang terlalu panjang. Ada cara laki-laki itu mendadak diam setiap nama pacarnya disebut. Dan ada sesuatu yang bikin Prisa semakin kesal: Kenapa, di balik semua sifat menyebalkan itu... dia justru terasa jauh lebih manusia? Lebih nyata. Lebih hangat. Lebih- berbahaya. Karena semakin Prisa ilfeel, semakin laki-laki itu malah muncul di kepalanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Simple and Sweet [Chaos Series Part 1]
  • His Angel
  • 1947: SLOGAN OF SILENCE
  • كسرة ظهر
  • Heer~THE UNWANTED DAUGHTER
  • His Lost Falcon
  • 𝐑𝐮𝐡𝐚𝐧𝐢𝐤𝐚 - 𝓡𝓪𝓽𝓱𝓸𝓻𝓮'𝓼 𝓕𝓸𝓾𝓷𝓭 𝓢��𝓱𝓮𝓻𝓷𝓲
  • سەرئێشە بچووکەکەم{تەواو کراوە}
  • Safe in His Arms
  • FATE'S LAST PLEA

Harman's world is small, just him and his little daughter Purvi. Being a single father isn't easy, but Purvi's giggles, stubbornness, and tiny hugs make every struggle worth it. She is his whole universe... his reason to smile after every exhausting day. Their life is simple, chaotic, and full of adorable father-daughter moments... until Anchal enters their lives. Anchal, a girl from Bihar, comes to the city looking for a fresh start. Carrying insecurities about her weight and constantly doubting herself, she rents a room in Harman's house as a paying guest. What she doesn't expect... is a tiny tornado named Purvi. Within days, Purvi claims Anchal as her person....dragging her into bedtime stories, snack time, and kindergarten dramas. Soon the quiet house is filled with laughter, playful arguments, and Purvi's daily complaints about her class rival Rihan. As days pass, the line between tenant and family slowly fades. Harman begins to notice how the house feels warmer when Anchal is around. Purvi has already made up her mind... But Anchal still believes she is only temporary in their lives. Between adorable childhood rivalries, heartfelt moments, and unexpected laughter, this story is about love finding its way into the most unexpected home. A heartwarming romance-comedy filled with cute chaos, healing hearts, and one little girl who might just be the best matchmaker of all. #indian 1 #romance 2

More details
WpActionLinkContent Guidelines