Jadi Second Choice Ya Kak?

Jadi Second Choice Ya Kak?

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2026
Nathael Keandra-atau yang biasa dipanggil Kean-sejak kecil hanya memiliki satu orang yang selalu ada di hidupnya. Nayara Valsyalesha. Perempuan yang ia anggap sebagai rumah. Orang-orang memanggilnya Ara. Tapi Kean... punya panggilan sendiri untuknya. "Asya." Kedekatan mereka terlihat sederhana-dua sahabat yang tumbuh bersama, saling menjaga, dan selalu kembali satu sama lain. Sampai suatu hari, Kean sadar... bahwa dirinya bukanlah pilihan pertama di hati Ara. Ia hanya tempat pulang- bukan tempat untuk menetap.
All Rights Reserved
#69
secondchoice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • Almost Married (END)
  • The Villain's Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines