Lengkap bukan tentu Cemara kan?

Lengkap bukan tentu Cemara kan?

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2026
Halo, Gua Dewa, jadi disini gua kepikiran bikin book ini karna gua ngarasa ga di anggep pas dirumah, gua bakal upload kalau gua lagi sedih dan maaf kalau ada perkataan yang tidak enak karna beberapa dari chp ini berasal dari kisah gua dan ini akan menjadi beberaselamat membaca Aidan Arka Pratama atau bisa di panggil Arka, anak laki laki yang sekarang menginjak usia 12 tahun, usia yang seharusnya mendapat kasih sayang dari keluarga dan dapat bermain bersama teman teman nya sepuasnya tapi hal itu tidak berlaku pada Arka, Arka adalah anak tunggal dari dua pasangan suami istri yang terlihat harmonis tapi yang dilihat orang orang tidak selalu begitu sama, Ayah arka bekerja sebagai direktur salah satu perusahaan dan diri nya selalu pulang jam 6 sore, Ibu Arka bekerja sebagai dosen di sebuah universitas dan ibu Arka juga pulang sekitaran jam 6 sore sementara Arka seorang bocah kelas 6 SD yang berangkat sekolah dan pulang sekolah selalu dengan bibi nya, Arka merasa diri nya tak dihargai, kesepian, dan tidak di anggap oleh orang tua nya, orang tua nya sangat protektif pada nya dan selalu melarang jika Arka ingin bermain dengan teman teman nya dengan jangka waktu yang lama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Duke's Red String
  • adik ipar cantik
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • Abo Desire
  • Just let me live, Duke!
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • A Family of Villains
  • The Unwritten Lady

Leya menghabiskan hidupnya melihat benang merah milik orang lain, tanpa pernah melihat miliknya sendiri. Hingga maut datang menjemput. Di bawah reruntuhan perpustakaan yang lumat oleh gempa, jari kelingking Leya tiba-tiba menyala. Di detik-detik terakhir napasnya, ia melihat benang itu terhubung pada seorang pemuda dengan wajah bersimbah darah. Namun, sebelum ia sempat meraihnya, kegelapan merenggut segalanya. Maut seharusnya menjadi akhir, tapi Leya justru terbangun sebagai anak rahasia di kediaman seorang bangsawan yang dingin di dunia yang asing. Dan ujung benang merah itu kini bertaut pada sosok yang paling seharusnya ia hindari. Sosok yang bisa menghancurkan hidup barunya dalam sekejap. Jika benang merah takdir konon tak pernah salah, lalu mengapa Leya merasa takdir sedang berusaha membunuhnya untuk kedua kali? ©April, 2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines