"Tugas interior itu melengkapi arsitektur, bukan menimbunnya dengan barang-barang tidak perlu karena desainer-nya terlalu emosional." - Wisnu, Arsitek Utama.
"Dan tugas seorang arsitek itu memikirkan kenyamanan manusia yang tinggal di dalamnya, Nu. Bukan cuma mikirin beton kaku sampai lupa kalau yang tinggal di sana itu manusia punya perasaan, bukan robot!" - Rosa, Desainer Interior.
Bagi Rosa, perceraiannya dua tahun lalu dengan Wisnu adalah sebuah final revisi dari hubungan mereka yang gagal total. Sebagai seorang desainer interior yang ekspresif dan penuh warna, Rosa sadar dia tidak akan pernah bisa menyatu dengan Wisnu-seorang arsitek genius yang sedingin es, kaku, dan kalkulatif. Mereka terbukti gagal membangun "rumah" tangga bersama.
Namun, semesta tampaknya sedang hobi bercanda.
Sebuah proyek penthouse mewah bernilai miliaran mempertemukan mereka kembali di satu meja rapat. Wisnu ditunjuk sebagai arsitek utama yang merancang fondasi bangunan, sementara Rosa adalah desainer yang bertanggung jawab mempercantik bagian dalamnya. Profesionalitas mereka diuji habis-habisan saat ego masa lalu dan gengsi pekerjaan saling berbenturan di lapangan.
Situasi yang sudah canggung itu semakin memanas dengan kehadiran Rangga, kontraktor lapangan muda yang supel, tinggi menjulang, dan sangat memahami Rosa. Berbeda dengan Wisnu yang irit bicara, Rangga adalah sosok green flag yang selalu ada, mendukung karier Rosa, dan tidak ragu menunjukkan ketertarikannya pada sang desainer interior.
Melihat Rosa yang perlahan mulai membuka hati pada pria lain, dinding es di sekitar Wisnu mulai retak. Gengsi profesionalnya runtuh setiap kali melihat kedekatan Rosa dan Rangga di lokasi proyek.
Apakah proyek ini akan menjadi kesempatan kedua bagi Wisnu dan Rosa untuk merekonstruksi hati mereka yang sempat hancur? Atau justru menjadi penegas bahwa cetak biru masa lalu mereka memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi?
All Rights Reserved