Kopi Seduh

Kopi Seduh

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 30, 2026
"Kalau gue suka sama lo, gimana?" Satu pertanyaan dari Samuel di atas sofa Kopi Seduh malam itu menghancurkan segalanya. Menghancurkan persahabatannya dengan Adrian, dan meretakkan persahabatan Raisha dengan Medina. Raisha pikir, masa kuliahnya akan berjalan menyenangkan bersama teman-teman UKM Sinematografi-nya. Namun, diam-diam jatuh cinta pada Adrian-cowok menyebalkan yang menggunakan sarkasme dan ledekan untuk menutupi lukanya-ternyata membawa Raisha tepat ke tengah badai. Di saat batas antara benci dan cinta di antara mereka semakin tipis, ego dan masa lalu ikut campur. Adrian memilih mundur, menolak Raisha mentah-mentah, dan membangun kembali tembok esnya karena merasa hidupnya terlalu "rusak" untuk membiarkan Raisha masuk. Di titik terendah itulah, Samuel melangkah maju, meruntuhkan batasan persahabatan mereka untuk menawarkan bahu dan ketenangan. Ini bukan sekadar kisah romansa kampus biasa. Ini tentang ego sesama Leo, "Bro Code" yang dilanggar, persahabatan yang retak, dan pilihan rumit: menetap di rumah yang aman, atau terus mengejar seseorang yang telanjur menjadi pemenang di hatimu.
All Rights Reserved
#318
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Imperfect Señorita
  • Beautiful Pain
  • Silent Traces by the Sea
  • NINGRUM
  • HIS LILY HIS LIES
  • Kesempatan Kedua Heraya
  • Almost Married (END)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Mr. CEO, Stop Being My Enemy! (END)

"Temani Saya" 2 kata yang selalu terucap setiap 3 kali dalam seminggu dan selalu tetap seperti robot yang telah mendapatkan pemrograman. Tak ada cinta bagi Axel, dirinya hanya berlindung dalam kalimat "Saya hanya menyukai tubuhmu". "Kita fasih mendesah dalam gelap, tetapi bisu soal cinta dalam terang. Dan cemburu adalah satu-satunya bahasa jujur yang akhirnya berani kita ucapkan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines