We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dua Belas Tahun Dalam Satu Bulan

Dua Belas Tahun Dalam Satu Bulan

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Mystery
Action and Thriller
Dilarang plagiat!!!! Enjoy,jangan lupa vote dan follow author kalau suka cerita ini! Miyakoto Ren adalah mahasiswi berusia dua puluh tahun yang hidup tanpa kehangatan. Sejak kecil, ia kehilangan kedua orang tuanya dan dibesarkan oleh kakeknya, Kakek Zeyn-seorang pria tua dingin yang hanya memberinya makan, sekolah, dan tempat tinggal, tanpa pernah memberinya kasih sayang. Tidak ada pelukan. Tidak ada perhatian. Tidak ada rumah yang benar-benar terasa seperti rumah. Karena itu Miyakoto tumbuh menjadi gadis tomboy yang keras kepala, jutek, dan menutup diri dari siapa pun. Hingga suatu malam, tepat sebulan sebelum ulang tahunnya yang ke-21, hidupnya berubah selamanya. Dalam perjalanan menuju kampus saat hujan turun deras, Miyakoto mengalami kecelakaan lalu lintas tragis yang membuatnya koma selama satu bulan. Namun bagi Miyakoto... satu bulan itu terasa seperti dua belas tahun kehidupan.
All Rights Reserved
#52
psychologicalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines