keseruan rumah h2h

keseruan rumah h2h

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 5, 2026
WpInfo
Fanfic
Kpop
Fantasía
Alta Fantasía
Romance
Etiquetashaerts2haerts
"pasti kk suka sama ian kan"ucap ian dengn genit "gw suka sama bocil,sekolah dulu lu yang bener"ucap juun sedikit mendorong kepala ian dengan telunjuk nya "kk jiwoo aku boleh beli bando itu gkk"ucap carmen dengan muka imut "kurasa harta ku sayang ambil kartu aku"ucap jiwoo dengan mengusap kepala carmen "a-na tante boleh boleh minta lip blam gkkk"ucap yuha sedikit mengedip-ngedipkan mata "emang berapa itu harga nya tan"ucap a-na sedikit megaruk-garuk kepala takut tidak cukup dengan uang nya "kak stella ye-on boleh beli labubu gkk"ucap ye-on "apa yang kamu mau beli dek beli aja tenang selagi ada kakak kamu bisa minta apa aja"ucap stella dengan epresi yang manis versi gw#skipkalogksuka
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cupiditas Vitae [END]
  • Journey
  • Rewriting The Villain (END)
  • ENEMY [Keonhyeon]
  • KERSA NARENDRA
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • I'm Not Just a Figuran
  • Given || Ju Jihoon
  • Love me or die

Rio hanya ingin hidup tanpa memperdulikan penolakan yang selalu mengikuti langkahnya. Hidup dioper dan dieksploitasi adalah bagian hidupnya. Harusnya ia sudah mati. Entah akhirnya akan tenang atau malah terjebak di dimensi yang lebih mengerikan daripada hidupnya sekarang. Tapi dia kembali membuka mata. Di dua bulan sebelum kematian datang menjemputnya. Waktu terlalu singkat. Rio memutuskan dengan cepat. Dia masih punya kesempatan untuk lari dan hidup, kan? Sebuah skenario yang janggal untuk sebuah ketidaksengajaan membuatnya bertemu dengan sahabat ayahnya, yang memberikan secercah harapan akan tempat berteduh yang aman. Rio tidak pernah punya harapan yang rakus. Ia hanya ingin bertahan hidup. Benar-benar tidak tahu bahwa kenyamanan juga memaksanya untuk terluka dan berlapang dada.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido