"Ini kan yang kamu mau?! Aku akan mengabulkan fantasi liarmu itu lalu kubunuh kau dengan cara paling menyakitkan!"
Bulu kuduk Kavian meremang, netranya terus bergulir membaca tiap kata yang ada di dalam novel yang tengah ia baca.
"Lihat? Indah sekali punggung pelacur ini jika tergambar mawar semerah darah seperti ini."
Kavian lagi-lagi bergidik, bisa-bisanya penulis membuat nya ngeri. Pria psikopat itu dengan gilanya melakukan hubungan intim sembari melukis bunga mawar di punggung si antagonis dengan pisau tanpa gentar.
Dan yang bikin gongnya adalah...
"Wahh sungguh pelacur murahan, hanya begini saja kau sudah mengerang seperti pelacur receh haus belaian!"
Dan kalian tau apa yang terjadi selanjutnya? Pria psikopat itu terus menubrukkan dirinya pada pria dibawahnya, seraya menusukkan pisau kecilnya pada punggung di bawahnya.
"Akkhhh-! Sshhakitt!"
"ITU BUKAN ERANGAN NIKMAT TOLOL! GILA SIH, YANG NULIS GILA BANGET! MALVIN PANTAS MENDAPATKAN KEADILAN!" Kavian terus merutuki novel yang ada ditangannya kesal.
JEDARRR!
"ANJING!"
Kavian melemparkan novelnya karena terkejut bukan main saat petir menyambar kos mungilnya. Lalu tak lama, air merembes dari atap kos murahnya itu.
"Sialan bocor!"
Sial seribu sial, genangan air yang tergenang di lantai nyatanya menjadi kemalangan yang akan mengakhiri hidupnya.
"ARGHHH-!"
Kavian yang tak tau genangan air itu ada aliran listrik langsung terjatuh dan kejang karena air kian menggenang banyak.
Petir menyambar kos dan membuat aliran listrik kosnya mengalami konsleting.
"Gue aja belum punya pacar apalagi sex, mati konyol anjing!" ucapnya yang hanya bisa dalam hati di sisa-sisa kesadarannya sebelum nyawanya melayang.
-
"Ini Tuhan lagi bercanda apa gimana? Kenapa gue masuk raga Malvin kampret! Ini gue disuruh mati untuk kedua kalinya hah?!"
pict : pinterest
All Rights Reserved